Penyakit radang lambung yang tidak diobati dengan benar atau disepelekan tentu akan semakin bertambah parah & menimbulkan komplikasi seperti;
Dalam beberapa kasus, radang lambung (gastritis) lambat laun dapat berkembang menjadi penyakit GERD (refluks asam lambung)
Radang lambung dapat mengakibatkan ulkus peptikum atau tukak lambung ketika peradangan sudah menimbulkan luka pada lapisan lambung atau duodenum.
Radang lambung atrofik adalah kondisi peradangan kronis yang dapat menyebabkan hilangnya lapisan dan kelenjar di dalam lambung.
Terkikisnya lapisan dalam lambung akibat peradangan kronis lama-kelamaan dapat menyebabkan perdarahan. Kehilangan darah dalam jumlah banyak dapat berujung pada anemia (kurang darah).
Orang yang mengalami radang lambung atrofik akibat gangguan autoimun biasanya tidak dapat menghasilkan faktor intrinsik yang cukup. Faktor intrinsik adalah protein yang dibuat lambung untuk membantu usus menyerap vitamin B12.
Radang lambung (gastritis) yang kronis dapat meningkatkan risiko pertumbuhan tumor jinak pada lapisan lambung. Pada kasus tertentu, radang lambung kronis juga bisa menyebabkan pembentukan jaringan kanker.
Radang lambung (gastritis) kronis dapat membuat dinding lambung melemah dan menipis. Jika kondisi ini terus dibiarkan, mungkin akan terjadi perforasi alias membuat lubang pada lambung.